Good Day,

Well, akhirnya semester kedua aye di Fakultas Ilmu Komputer UI sudah berakhir. Tapi sayangnya di akhir malah banyak suka-dukanya. Aye selama semester tersebut sudah menetapkan sebuah sasaran tapi sayangnya tinggal sedikit lagi terpenuhi. Sayang banget, karena cuma miss beberapa point. Tapi dari sinilah sebuah pelajaran berharga dapat saya ambil. Belajar untuk bersyukur.

Bersyukur bisa mudah bisa tidak, tetapi yang aye alami justru malah sulit untuk bersyukur. Ego masih memegang kendali. Ego? Iya makhluk yang satu ini susah sekali untuk dikendalikan. Butuh hati yang humble. Akhirnya aye memulai untuk membuka hati aye agar bisa rendah hati.

Apa yang aye lakukan:

  1. Mengoreksi diri tapi bukan menghukum diri sendiri (biasanya sih cenderung yang paling kanan :P)
  2. Menerima dengan lapang dada nilai-nilai yang keluar di SIAK-NG, mensyukuri apa yang sudah baik, at least just give it a try!
  3. Tetap berpikir untuk terus maju ke depan, tetap fokus pada tujuan dan sasaran, memikirkan strategi selanjutnya, dan terus berusaha
  4. Belajar dari kisah Nabi Nuh, betapa beratnya badai asal Tuhan bersama kita, pasti ada pelangi yang menunggu.

I’d to say thanks to God who’ve been always and always ahead taking care of me. Also for the exam result as the end of term. Also to my friends who support me… Let’s us take a breath and say… “Saya Bersyukur”

“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (1 Tawarikh 16:34)